Senin, 09 Maret 2015

Vain...?



Kau pernah menjadi apa yang selalu kutulis
Warnamu pernah memenuhi kanvasku hingga nyaris tak ada tempat untuk yang lain, hanya kau dan selalu kau yang mengisinya..
Tapi,, saat itu, aku hanyalah tulisan pudar yang tak pernah kau baca.

Tahukah, kau??
Angin menamparku dengan sangat keras, membuatku sadar untuk segera beranjak, pergi dan meninggalkan kursi itu__tempat di mana aku duduk dan selalu menuliskan tentangmu, melukis semua hanya dirimu__Aku nyaris saja mati di tempat itu!!

Saat aku mulai berjalan menjauh
kau mencegahku, memberiku isyarat dengan kedipan matamu__tapi kedipan mata dalam gelap__ Bagai mana mungkin aku dapat melihatnya..?!
Aku memang sudah bertindak bodoh saat itu. Namun, entahlah, sepertinya sama sekali tidak kusesali. Bodoh memang!

#all just in vain.

0 komentar:

Posting Komentar